EKSISTENSI DAN OPTIMALISASI BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) BERBASIS SYAR’I MENUJU DESA SEJAHTERA MANDIRI
DOI:
https://doi.org/10.56998/jr.v3i02.17Kata Kunci:
Desa Sejahtera Mandiri, Eksistensi dan Optimalisasi, BUMDes Berbasis Syar’iAbstrak
Perkembangan beberapa desa di Indonesia pada dekade akhir-akhir ini menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Desa yang selama ini identik dengan keterbelakangan dan kemiskinan, secara perlahan namun pasti mulai bangkit dan berkembang. Hal tersebut ditandai dengan menurunnya kategori desa sangat tertinggal atau desa tertinggal menjadi desa berkembang, maju dan mandiri. Desa diharapkan dapat menjadi mandiri secara sosial, budaya, ekonomi dan politik. Kemandirian desa merupakan kondisi dimana desa tersebut memiliki kemampuan melakukan pembangunan di segala sektor untuk peningkatan kualitas hidup dan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat desa.
Kemandirian desa dibuktikan dengan adanya kemampuan desa untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan tidak semata-mata tergantung dengan subsidi dari pemerintah, meskipun desa menerima bantuan pemerintah tapi sifatnya hanya sebagai stimulan. salah satu cara mendorong pembangunan pada tingkat desa, yaitu dengan memberikan wewenang pada pemerintah desa untuk mengelola secara mandiri lingkup desa melalui lembaga-lembaga ekonomi di tingkat desa. Salah satunya adalah dengan mengembangkan dan mengelola secara optimal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) secara syar’i, melalui akad-akad yang berbasis ekonomi islam. Jika BUMDes berbasis syar’i mampu berjalan dengan baik, terlebih mampu meningkatkan pendapatan asli desa dan mengurangi pengangguran, maka kedepannnya desa akan semakin sejahtera dan mandiri.








