ANALISIS ASPEK EKONOMI DAN SOSIAL KOTA PEKANBARU SEBAGAI KOTA LAYAK HUNI
DOI:
https://doi.org/10.56998/jr.v4i02.36Kata Kunci:
Kota Layak Huni, Ekonomi, SosialAbstrak
Untuk mempercepat pembangunan dan kualitas Kota Pekanbaru pada periode 2017-2022, Pemerintah Kota Pekanbaru memiliki visi dan misi “Terwujudnya Pekanbaru Smart City yang Madani”. Maka perlu adanya analisis terhadap kelayakan huni di Kota Pekabaru melalui penelitian terhadap aspek Ekonomi dan Sosial. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketercapaian konsep kota layak huni (Liveable City) di Kota Pekanbaru dilihat dari sudut pandang aspek ekonomi dan aspek sosial.Penelitian ini adalah kualitatif yang dilakukan dengan mengumpulkan data kuisioner kepada 60 responden secara proporsional Kecamatan di Kota Pekanbaru. Analisis yang digunakan adalah analisis Gap dan analisis Indeks Ketercapaian. Hasil dari Indeks menunjukan bahwa nilai ketercapaian di Kota Pekanbaru adalah 60,70.Berdasarkan tafsiran pada hasil Indeks Layak Huni Kota Pekanbaru mendapatkan hasil Baik. Diantara indikator yang terdapat pada aspek ekonomi yang mendapatkan nilai paling tinggi adalah indikator ketersediaan barang dan jasa kebutuhan sehari-hari yang mudah dijumpai di Kota Pekanbaru. Adapun indikator pada aspek ekonomi yang memiliki nilai yang paling rendah adalah warga lokal terjamin lapangan kerja. Hal ini disebabkan masih ditemukannya beberapa perusahaan terkhusus di bidang industri dan pertambangan yang menggunakan tenaga kerja dari luar kota Pekanbaru. Sedangkan indikator pada aspek sosial yang mendapatkan skor paling tinggi adalah kemudahan akses publik dan toleransi sosial di masyarakat Kota Pekanbaru. Indikator yang mendapatkan skor paling rendah adalah Ketersediaan Ruang Kreatif.Dari data di atas dapat diketahui bahwa Kecamatan Sail merupakan Kecamatan dengan Indeks ketercapaian paling tinggi dibandingkan kecamatan lainnya.Sedangkan Tampan adalah kecamatan dengan Indeks ketercapaian yang paling rendah. Kecamatan Tampan dengan kepadatan penduduk di Kota Pekanbaru memiliki Indeks Ketercapaian yang lebih rendah dari kecamatan lainnya sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin padat suatu wilayah, indikator kepuasan masyarakat terhadap kelayakan huni wilayah tersebut juga semakin tinggi.








